Langsung ke konten utama

Populisme, Kepercayaan, dan Pendidikan: Refleksi atas Pemilihan di Amerika Serikat

 

(iStock)

Pada sebuah majalah America, James F. Keenan, S.J., menulis "What comes next? A moral theologian’s 5 post-election takeaways". Tulisan tersebut memberikan perspektif krusial tentang dampak pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2024, khususnya kemenangan Donald Trump.  Lima poin penting yang diangkat Keenan, memiliki relevansi yang kuat tidak hanya untuk Amerika Serikat, tetapi juga untuk konteks global, termasuk Indonesia.

Keenan melihat kemenangan Trump sebagai kemenangan bagi populisme, sebuah aliansi antara massa, pemimpin, pendukung kaya, dan kepentingan yang terjalin.  Kenaikan populisme ini diiringi oleh runtuhnya kepercayaan sosial, di mana pemimpin populis memanfaatkan ketidakpuasan masyarakat dengan mempromosikan ketidakpercayaan terhadap lembaga-lembaga negara dan kelompok-kelompok tertentu. Fenomena ini tidak asing bagi Indonesia, di mana polarisasi politik dan ketidakpercayaan terhadap lembaga negara semakin meningkat. Hal ini mengancam stabilitas demokrasi dan menciptakan perpecahan di masyarakat.

Keenan juga menekankan perlunya reformasi pendidikan, khususnya di tingkat pendidikan tinggi, untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan bagi kelas pekerja dan mengatasi ketidakpercayaan sosial.  Indonesia juga menghadapi tantangan serupa, di mana akses pendidikan yang merata menjadi isu penting yang perlu ditangani. Ketidaksetaraan dalam akses pendidikan dapat memperkuat kesenjangan sosial dan ekonomi, serta menghambat partisipasi politik yang setara, yang merupakan fondasi penting bagi demokrasi yang sehat.

Keenan menegaskan pentingnya nilai-nilai dalam kebijakan. Keenan berpendapat bahwa kebijakan pemerintah harus didasarkan pada nilai-nilai luhur seperti keadilan sosial, demokrasi, dan hak asasi manusia, bukan sekadar kepentingan.  Hal ini menjadi refleksi penting bagi Indonesia, di mana kebijakan pemerintah seringkali dikritik karena kurang berpihak pada rakyat dan kurang memperhatikan nilai-nilai luhur.

Dalam tulisannya, Keenan menyoroti peran Amerika di dunia internasional. Keenan menekankan bahwa fokus semata-mata pada ekonomi dapat mengabaikan nilai-nilai penting seperti hak asasi manusia dan stabilitas politik.  Indonesia, sebagai negara dengan peran penting di dunia internasional, perlu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan nilai-nilai politik dan moral untuk membangun hubungan internasional yang kuat dan berkelanjutan.

Tulisan Keenan memberikan perspektif yang kaya dan relevan bagi Indonesia. Ia mengingatkan kita tentang pentingnya membangun masyarakat yang adil, demokratis, dan berlandaskan nilai-nilai luhur, serta pentingnya peran Indonesia di dunia internasional.  Populisme, kepercayaan sosial, dan pendidikan menjadi isu-isu penting yang perlu ditangani dengan serius untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi demokrasi di Indonesia. (VM)

____________

https://www.americamagazine.org/faith/2024/12/12/trump-election-american-politics-moral-theology-249446?cx_testId=7&cx_testVariant=cx_1&cx_artPos=2&cx_experienceId=EXX1Z6PTUNON&cx_experienceActionId=showRecommendationsRCB5PU7G2GGFZW2#cxrecs_s

Komentar

Postingan populer dari blog ini

COP29: Utang Ekologis Global

  Demonstrasi aktivis iklim di Baku, Azerbaijan, memprotes target pendanaan $300 miliar yang disepakati COP29 untuk negara berkembang hingga 2035. (Perubahan Iklim PBB/Kiara Worth) COP29: Kegagalan Pendanaan Iklim dan Ketimpangan Gender dalam Krisis Iklim Global   Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-29 (COP29) di Baku, Azerbaijan, menandai titik kritis dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.  Pertemuan tersebut tidak hanya ditandai oleh perdebatan sengit mengenai target pendanaan iklim—dengan kesepakatan akhir yang jauh dari angka triliunan dolar yang dibutuhkan—tetapi juga oleh demonstrasi besar-besaran dan kecaman, termasuk dari pejabat Gereja Katolik, yang menyoroti ketidakadilan mendasar dalam respons global terhadap krisis ini.  Lebih jauh lagi, COP29 mengungkap ketidaksetaraan gender yang signifikan dalam dampak dan respons terhadap perubahan iklim, sebuah isu yang disuarakan secara lantang oleh para biarawati Katolik dan organisasi perempuan.   ...